Perkawinan Anak masih menjadi persoalan serius di Kota Metro, ditandai dengan tingginya permohonan dispensasi nikah dan meningkatnya kasus kehamilan pranikah pada remaja. Masalah ini berimplikasi luas pada aspek pendidikan, kesehatan reproduksi, psikologis, ekonomi, hingga pembangunan manusia berkelanjutan. Melihat posisi strategis orang tua dalam pengasuhan dan pencegahan risiko remaja, pengabdian ini dilakukan untuk memberdayakan orang tua anggota Organisasi Muslimat sebagai mitra utama dalam upaya pencegahan Perkawinan Anak. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan riset bersama, perencanaan partisipatif, pelaksanaan workshop dan sesi edukasi, serta evaluasi reflektif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai regulasi perkawinan, risiko kesehatan reproduksi, dan dampak sosial-psikologis pernikahan dini. Selain itu, ditemukan perubahan sikap dan peningkatan keterampilan komunikasi orang tua dalam mendampingi remaja, termasuk keberanian membahas isu sensitif terkait pubertas dan kesiapan menikah. Program juga memperkuat peran Organisasi Muslimat sebagai agen edukasi keluarga di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan orang tua merupakan strategi efektif dan relevan untuk menekan praktik Perkawinan Anak serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan keluarga dan perlindungan anak.
Copyrights © 2025