Ikhwanudin Ikhwanudin
Universitas Ma’arif Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP LIVING QUR’AN DALAM TAFSIR MARĀḤ LABĪD SEBAGAI SOLUSI QURANI TERHADAP FENOMENA FEAR OF MISSING OUT Puji Sri Rejeki; Ikhwanudin Ikhwanudin; Muhammad Nur Amin
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10196

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis dari tingginya intensitas penggunaan media sosial yang memicu kecemasan, perasaan tertinggal, serta kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam Tafsīr Marāḥ Labīd karya Nawawi al-Bantani yang berkaitan dengan konsep ketenangan batin, sekaligus merumuskan pendekatan Living Qur’an sebagai respons Qur’ani terhadap fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari Tafsīr Marāḥ Labīd, sementara data pendukung diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan konsep Living Qur’an dan FOMO. Proses analisis dilakukan melalui metode content analysis terhadap penafsiran ayat-ayat yang memuat nilai-nilai dzikir, tawakal, dan qana’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsīr Marāḥ Labīd menegaskan tiga nilai utama, yakni dzikir sebagai dasar kesadaran spiritual, tawakkal sebagai mekanisme pengelolaan diri, serta qana’ah sebagai bentuk penerimaan diri yang proporsional, yang secara terpadu berkontribusi dalam membentuk ketenangan batin. Dalam perspektif Living Qur’an, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mereduksi kecemasan dan tekanan sosial yang muncul akibat budaya digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an tetap memiliki relevansi sebagai sumber solusi spiritual dalam menjaga keseimbangan psikologis masyarakat di era digital.
Strategi Pencegahan Perkawinan Anak Melalui Pemberdayaan Orang Tua Iwannudin Iwannudin; Annikmah Farida; Ikhwanudin Ikhwanudin; Annida Ayu Damaro; Ulfa Mahsunah; M Muslih; Umar Najih Zein
Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Maslahat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Desember)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/maslahat.v6i1.1060

Abstract

Perkawinan Anak masih menjadi persoalan serius di Kota Metro, ditandai dengan tingginya permohonan dispensasi nikah dan meningkatnya kasus kehamilan pranikah pada remaja. Masalah ini berimplikasi luas pada aspek pendidikan, kesehatan reproduksi, psikologis, ekonomi, hingga pembangunan manusia berkelanjutan. Melihat posisi strategis orang tua dalam pengasuhan dan pencegahan risiko remaja, pengabdian ini dilakukan untuk memberdayakan orang tua anggota Organisasi Muslimat sebagai mitra utama dalam upaya pencegahan Perkawinan Anak. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan riset bersama, perencanaan partisipatif, pelaksanaan workshop dan sesi edukasi, serta evaluasi reflektif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai regulasi perkawinan, risiko kesehatan reproduksi, dan dampak sosial-psikologis pernikahan dini. Selain itu, ditemukan perubahan sikap dan peningkatan keterampilan komunikasi orang tua dalam mendampingi remaja, termasuk keberanian membahas isu sensitif terkait pubertas dan kesiapan menikah. Program juga memperkuat peran Organisasi Muslimat sebagai agen edukasi keluarga di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan orang tua merupakan strategi efektif dan relevan untuk menekan praktik Perkawinan Anak serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan keluarga dan perlindungan anak.