Pada prinsipnya iklan di televisi ada kaidah-kaidah tertentu yang digunakan dalam berkomunikasi. Melalui kaidah pendekatan film atau sinema, maka terdapat kaidah bentuk (form) dan kaidah kedua adalah gaya (style). Kedua hal tersebut harus terdapat pada iklan di televisi, mengingat televisi merupakan perkembangan dari film. Bentuk (form) pada iklan televisi adalah konsep bercerita, dimana hiperrialitas seringkali menyelimuti cerita pada iklan di televisi. Sedangkan sinematografi merupakan salah satu dari aspek gaya (style) yang cenderung dianggap lebih memiliki pengaruh yang besar dibandingkan dengan aspek style yang lain. Jenis-jenis shot dan pembingkaian merupakan salah satu elemen dasar untuk mewujudkan aspek sinematografi di iklan televisi. Disinilah dilihat bagaimana hubungan antara hiperrealitas (cerita) dengan sinematografi, khususnya shot dan pembingkaian untuk mewujudkan pesan yang diharapkan oleh sebuah iklan televisi, sehinga meningkatkan penjualan barang (jasa) sebagai produk yang diiklankan. Atau sebaliknya, hiperrealitas (cerita) menjadi pondasi untuk memunculkan shot atau pembingkaian. Setidaknya mahasiswa Polimedia Prodi Broadcast sebagai subyek memberikan jawaban kontribusi shot dan pembingaian terhadap hiperrealitas pada iklan dalam sebuah angket metode kualitatif yang dilakukan. Sehingga para pembuat iklan di televisi kiranya perlu memperhatikan hal tersebut.
Copyrights © 2020