Penerjemahan puisi klasik ke dalam bahasa Indonesia merupakan proses kompleks yang menuntut keseimbangan antara kesetiaan pada teks sumber dan keindahan bahasa sasaran. Penelitian ini mengidentifikasi tiga strategi utama yang digunakan penerjemah, yakni strategi literal, adaptasi kreatif, dan strategi kombinatif. Pergeseran makna menjadi hal yang tidak terhindarkan, terutama melalui domestikasi citraan budaya asing serta penyederhanaan simbol religius agar lebih sesuai dengan konteks pembaca. Ideologi penerjemah berperan besar dalam menentukan arah penerjemahan, apakah cenderung mempertahankan keaslian teks atau lebih menekankan pada keterbacaan dan estetika. Respon pembaca juga menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara kalangan akademisi dan masyarakat umum. Dengan demikian, penerjemahan puisi klasik dipahami sebagai praktik interpretatif sekaligus kreatif yang menuntut sensitivitas estetik, filosofis, dan budaya.
Copyrights © 2025