Artikel ini menganalisis cerpen Sebuah Upaya Balas Dendam karya Komala Sutha yang mengangkat tema dendam dan pengampunan melalui tokoh utama Subali. Analisis intrinsik meliputi alur linier, konflik batin, karakter, latar, sudut pandang, serta gaya bahasa yang lugas dan reflektif. Temuan menunjukkan bahwa pengampunan membawa kedamaian batin, sedangkan balas dendam memperpanjang penderitaan. Analisis intertekstual dengan cerpen Perempuan yang Menimbun Dendam dan Sepatu Tuhan memperlihatkan konsistensi sastra Indonesia modern dalam mengkritik budaya balas dendam dan menegaskan nilai keadilan. Artikel ini menekankan relevansi cerpen bagi pendidikan karakter, terapi sastra, dan refleksi etika sosial, serta merekomendasikan penelitian lanjutan pada genre lain untuk memperkaya perspektif tentang dendam dan pengampunan.
Copyrights © 2026