Desa Bayung Gede, adalah salah satu desa di kecamatan Kintamani. Masyarakat setempat pada umumnya bekerja sebagai petani dan menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Penggunaan pupuk kompos ini berdampak pada banyaknya lalat di sekitar lingkungan tinggal. Lalat adalah vektor penyakit infeksi saluran cerna yang berdampak pada kesehatan terutama anak-anak. Balita dengan stunting rentan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat memperburuk tumbuh kembangnya, demikian pula sebaliknya. Permasalahan ini menjadi sebuah dasar diadakannya suatu kegiatan penyuluhan kepada keluarga dengan anak-anak balita mengenai pola makan dengan gizi seimbang, risiko infeksi saluran cerna dan hubungannya dengan kejadian stunting serta pentingnya menjaga kebersihan, terutama dari makanan yang akan dikonsumsi. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan perubahan dalam pola hidup di masyarakat dan menurunkan angka stunting. Kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan dan diskusi serta pembagian bantuan. Masyarakat yang telah menerima penyuluhan dapat menyebarkan informasi serupa di lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya sanitasi lingkungan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Proses ini mendorong terciptanya sinergi yang positif. Kegiatan penyuluhan dan diskusi dilaksanakan selama sehari dan evaluasi dilakukan berkala. Selain 5 keluarga binaan, penyuluhan juga diikuti oleh keluarga-keluarga lain yang saat itu sedang berkunjung ke posyandu. Antusiasme masyarakat tampak dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Tingkat pengetahuan masyarakat dievaluasi dengan kuesioner pretest dan postest dan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 43.7%. Bantuan berupa paket gizi (susu), paket sembako, dan tudung saji sudah disalurkan. Diharapkan dengan pemberian edukasi melalui penyuluhan ini maka angka stunting dapat menurun dan bahkan tidak ada lagi. Kata kunci: infeksi saluran cerna; lalat; stunting
Copyrights © 2025