Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program pemerintah Indonesia yang telah lama digalakkan, namun penerapannya masih menghadapi berbagai kendala. Puskesmas Tambelan Sampit, Kota Pontianak, yang berada di wilayah padat penduduk dengan dominasi kawasan tepian Sungai Kapuas, menjadi salah satu lokasi dengan temuan awal bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya menerapkan indikator PHBS, terutama terkait konsumsi buah dan sayur, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta perilaku merokok di lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai PHBS melalui program edukasi kesehatan yang terarah dan berkesinambungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan menggabungkan edukatif dan persuasif, dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat. Sampel penelitian berjumlah 36 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, yaitu mampu berbahasa Indonesia dengan baik, sehat secara fisik dan mental, serta menyatakan kesediaannya untuk mengikuti edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan responden dari 68% menjadi 82%, serta peningkatan rata-rata sikap dari 68% menjadi 83%. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan yang berkelanjutan dapat berkontribusi signifikan dalam peningkatan penerapan PHBS di masyarakat.
Copyrights © 2025