Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kanker Serviks Di Wilayah Rasau Jaya Nisma Nisma; Nadia Rahmawati; Nurul Jamil
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4371

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker paling sering keempat pada wanita dengan tingkat kematian mencapai 90%. Tingginya tingkat kematian akibat kanker serviks secara global dapat diminimalkan melalui pencegahan, diagnosis dini, skrining yang efektif dan program pengobatan. Pengadian masyarakat ini dikemas dalam bentuk penyuluan kesehatan tentang deteksi dini kegawatdaruratan kanker serviks kepada wanita usia subur di wilayah Kabupaten Rasau Jaya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini meningkatkan wawasan dan pengetahuan ibu tentang pentingnya deteksi dini tan kanker seviks. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya perbedaan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan kesehatan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah adalah adanya peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang Deteksi Dini Kegawatdaruratan Kanker Serviks.
Program Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Meningkatkankan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kubu Raya Nurul Jamil; Nurul Hidayah; Nisma Nisma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10467

Abstract

ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan atas kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang. Masalah PHBS paling sering ditemukan pada taraf kelompok, contohnya Pondok Pesantren. Beberapa penyakit yang dapat terjadi akibat masalah PHBS yang kurang baik seperti, masalah kulit, masalah pencernaan, bahkan sampai penyakit berat seperti Hepatitis. Hasil observasi di pesantren X Kubu Raya ditemukan adanya ketidak sesuaian antara luas kamar dengan jumlah santri yang menempati ruangan. Hal ini memiliki beberapa berdampak pada lingkungan kamar mereka kurang tertata dengan rapi, pencahayaan yang kurang, atmosfer ruangan yang kurang kondusif, bahkan berpeluang kamar kurang bersih akibat disiplin PHBS yang belum baik. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS kepada santri sehingga adanya perubahan perilaku serta mampu mempraktekkan dalam kehidupan sehari-harinya di Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kabupaten Kubu Raya.  Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pemberian edukasi ini menggunakan slide PPT (proyektor in focus), dan tanya jawab. Sebelum dilakukan edukasi pengetahuan santri tentang kebersihan pribadi sebanyak 83% responden memiliki pengetahuan rendah, pengetahuan santri tentang cuci tangan sebanyak 43% responden memiliki pengetahuan rendah, dan pengetahuan santri tentang kebersihan tempat tinggal sebanyak 80% responden memiliki pengetahuan rendah. Setelah dilakukan edukasi pengetahuan santri tentang kebersihan pribadi 77% responden memiliki pengetahuan tinggi, pengetahuan santri tentang cuci tangan sebanyak 80% responden memiliki pengetahuan tinggi, dan pengetahuan santri tentang kebersihan tempat tinggal sebanyak 83% responden memiliki pengetahuan tinggi.Berdasarkan hasil observasi dan pengukuran setelah dilakukan edukasi, kegiatan PKM ini mampu meningkatkan pengetahuan santri tentang perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kata Kunci: Edukasi, PHBS, Pondok Pesantren  ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a behavior that is carried out on awareness as a result of learning that makes a person. PHBS problems are most often found at the group level, for example Pondok Pesantren. Some diseases that can occur due to poor PHBS problems such as skin problems, digestive problems, even severe diseases such as Hepatitis. The results of observations at Pesantren X Kubu Raya found that there was a mismatch between the room area and the number of students occupying the room. This has several impacts on the environment of their rooms that are less neatly organized, less lighting, less conducive room atmosphere, and even the chance that the room is not clean due to poor PHBS discipline. This PKM aims to provide knowledge and understanding of PHBS to students so that there are changes in behavior and are able to practice in their daily lives at Pondok Pesantren Nahdhatul Atfal Kubu Raya Regency.  The implementation method carried out in providing this education uses PPT slides (in focus projectors), and questions and answers. Before the education was carried out, 83% of respondents had low knowledge of personal hygiene, 43% of respondents had low knowledge of hand washing, and 80% of respondents had low knowledge of personal hygiene. After the education, 77% of respondents had high knowledge of personal hygiene, 80% of respondents had high knowledge of hand washing, and 83% of respondents had high knowledge of residential hygiene. Based on the results of observations and measurements after education, this PKM activity was able to increase santri knowledge about Clean and Healthy Living behavior. Keywords:  Education, PHBS, Islamic Boarding School
Peningkatan Self-Efficacy Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis melalui Therapeutic Patient Education Dewin Safitri; Nurul Jamil
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 19 No 2 (2024): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v19i2.395

Abstract

Introduction: Self-efficacy is reported as the factor that most influences hemodialysis patient adherence. Interventions to improve self-efficacy have been developed, including through education. The education provided must be structured and include psychosocial aspects to increase self-efficacy, one of the interventions that can be done is Therapeutic Patient Education (TPE). Objectives:  This study aims to determine the effectiveness of therapeutic patient education in Increasing the self-efficacy of patients with chronic kidney disease who are undergoing hemodialysis. Methods: This type of research is a Quasy-Experiment with a pre-test and post-test without a control group approach. 63 respondents were involved in the study. The inclusion criteria in this study were patients who regularly attended hemodialysis sessions, aged 18-65 years, and underwent hemodialysis for more than 3 months, while the exclusion criteria included patients who experienced intradialytic complications and patients who were not willing to become respondents. Data collection used the General Self-Efficacy Scale. Bivariate analysis used paired t-test. Results: Bivariate analysis using the paired t-test found that there was a difference in mean self-efficacy between before (mean 26.70, SD 5.732) and after the Therapeutic Patient Education (TPE) intervention (mean 33.24, SD 4.102, t = 16.393, df 62). The value of p=0.000 (<0.05) indicates that the Therapeutic Patient Education (TPE) intervention is effective in increasing the self-efficacy of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. Conclusions:  Therapeutic Patient Education (TPE) effectively increases the self-efficacy of chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.
Efektivitas Model Caring Islami “Praktis” dalam meningkatkan Pengetahuan Perawat Fajar Yousriatin; Hendra Priyatnanto; Nurul Jamil; Florensa Florensa; Lintang Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16892

Abstract

ABSTRACT Caring is an attitude that a nurse must have. In Islam, caring is carried out based on Alquran and Sunnah is Islamic Caring as a form of intellectually competent professional behavior from a nurse in providing nursing care to patients, families, and the community with full attention, care, friendliness, empathy, politeness, using communication. therapeutic, and always responsive and alert to provide the best service. This research aims to determine the effectiveness of the "PRACTIS" Islamic caring model in increasing nurses' knowledge about Islamic caring. The design of this research is pre-experiment research with one group pretest and posttest without a control group. The study results showed that knowledge, before the intervention was given, was mostly in the poor category (52.9%), then after being given the intervention it increased to the good category (79.41%). The PRACTIS Islamic caring model is one of the models developed to improve nurses' knowledge about Islamic caring. With good caring behavior, it is hoped that it will be one of the components of increasing patient recovery rates. Key words: Islamic Caring, Nurse, PRAKTIS   ABSTRAK Kepedulian (caring) merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Dalam islam, kepedulian yang dilakukan dengan landasan alquran dan sunnah merupakan Caring Islami sebagai bentuk perilaku profesional yang kompeten secara intelektual dari seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, keluarga, dan masyarakat dengan penuh perhatian, peduli, ramah, empati, sopan, menggunakan komunikasi terapeutik, serta selalu tanggap dan sigap dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai efektivitas model caring islami “PRAKTIS” dalam meningkatkan pengetahuan perawat tentang caring islami. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperiment dengan one grup pretest posttest without control group. Hasil penelitian dimana pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebagian besar pada kategori kurang (52,9%), kemudian setelah diberikan intervensi meningkat menjadi kategori baik (79.41%). Model caring islami PRAKTIS salah satu model yang dikembangkan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang caring islami. Dengan perilaku caring yang baik, diharapkan menjadi salah satu komponen meningkatnya angka kesembuhan pasien. Kata kunci: Caring Islami, Perawat, PRAKTIS
Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Patient Safety Hendra Priyatnanto; Fajar Yousriatin; Nurul Jamil
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16047

Abstract

ABSTRACT Patient safety is the most important basis and indicator in providing good health services. Patient safety means ensuring that during the process of providing health services the safety and security of patients is guaranteed. To achieve a high patient safety rate, of course, it is obtained from health service providers who have knowledge regarding patient safety. The aim of this research is to determine the description of nurses' knowledge about patient safety. The research was conducted using a quantitative design with a descriptive approach. The population of this research are nurses in North Kayong Regency with a sample size of 48 respondents. The tool used for data collection uses a questionnaire. The research results showed that the level of knowledge of nurses with good criteria was 35 people (72.9%), and with sufficient criteria there were 13 people (27.1%). Based on the results above, it can be concluded that the majority of nurses' knowledge level about patient safety is in the good category. This is supported by level of education, work period of 1-5 years, and history of having participated in patient safety outreach.  Keywords: Patient Safety, Nurse, Level of Knowledge ABSTRAK Keselamatan pasien (patient safety) merupakan dasar dan indikator paling utama dalam pemberian pelayanan kesehatan yang baik. Keselamatan pasien artinya memastikan bahwa selama proses pemberian pelayanan kesehatan keamanan dan keselamatan pasien terjamin. Untuk mencapai angka keselamatan pasien yang tinggi tentunya didapatkan dari pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki pengetahuan terkait keselamatan pasien. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang keselamatan pasien (patient safety). Penelitian dilakukan menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitan ini merupakan perawat di Kabupaten Kayong Utara dengan jumlah sampel 48 responden. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan perawat dengan kriteria baik berjumlah 35 orang (72.9%), dan dengan kriteria cukup berjumlah 13 orang (27.1%). Berdasarkan hasil diatas disimpulkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan perawat tentang patient safety berada pada kategori baik. Hal ini didukung oleh tingkat pendidikan, masa kerja 1-5 tahun, dan riwayat pernah mengikuti sosialisasi patient safety.Kata kunci: Patient Safety, Perawat, Tingkat Pengetahuan