Pendidikan yang tidak menarik dan tidak diterima seringkali menjadi penyebab masalah kebersihan lingkungan di kalangan anak-anak di pinggiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif program seperti "Berdakwah Melalui Games", contohnya, dalam meningkatkan kesadaran anak-anak pinggiran akan kebersihan lingkungan dan bagaimana mereka menjaganya. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif melalui studi kasus. Pendekatan bermain (belajar dengan bermain), diskusi interaktif, dan pemahaman agama tentang kebersihan adalah fokus dari pendekatan komunikasi yang digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi yang memanfaatkan media visual, permainan, dan bahasa sederhana berhasil mengatasi kesulitan literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Ini memungkinkan anak-anak untuk secara efektif menyampaikan dan menginternalisasi pesan kebersihan.
Copyrights © 2025