Artikel ini menganalisis kontribusi pembiasaan salaman pagi di SMAN 3 Pekalongan terhadap penguatan disiplin dan karakter sosial siswa melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi partisipatif dan dokumentasi program sekolah. Hasil menunjukkan bahwa salaman pagi berupa jabat tangan disertai sapaan memperkuat disiplin melalui ketepatan waktu, rasa malu saat terlambat, dan sikap hormat terhadap guru sebagai orang tua kedua. Secara sosial, kegiatan ini menumbuhkan nilai kesetaraan, kehangatan kekeluargaan, sehingga meningkatkan rasa nyaman, rasa dihargai, dan semangat belajar siswa. Tantangan utama berupa variasi respons siswa akibat masalah pribadi atau kurangnya dukungan keluarga diatasi melalui dialog dini, variasi pesan inspiratif, dan adaptasi dari pengalaman sekolah sebelumnya. Rekomendasi mencakup kolaborasi sekolah-orang tua, integrasi dengan kurikulum, serta evaluasi berkala untuk keberlanjutan program. Temuan ini memperkaya literatur pendidikan karakter nasional dengan model rutinitas sederhana yang murah namun berdampak tinggi.
Copyrights © 2025