Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asesmen awal dalam perancangan strategi konseling yang berorientasi pada post-traumatic growth (PTG) bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Asesmen awal dipandang sebagai fondasi penting untuk memahami kondisi psikologis, sosial, dan spiritual korban, sehingga strategi konseling dapat disusun secara tepat sasaran dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam terhadap konselor profesional yang menangani kasus KDRT. Data dikumpulkan melalui telaah sistematis terhadap jurnal-jurnal psikologi trauma dan dokumentasi praktik konseling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik Miles dan Huberman untuk menemukan pola dan makna mendalam dari hasil asesmen terhadap perancangan intervensi psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen awal berperan krusial dalam mengidentifikasi gejala stres pascatrauma, potensi ketahanan diri, serta faktor pendukung dan penghambat proses pemulihan. Asesmen yang komprehensif memungkinkan konselor menyesuaikan pendekatan seperti person-centered therapy, cognitive behavioral therapy (CBT), dan meaning-centered therapy sesuai kebutuhan unik klien. Selain itu, dukungan sosial, kekuatan spiritual, dan lingkungan konseling yang aman menjadi faktor signifikan dalam mempercepat proses post-traumatic growth. Dengan demikian, asesmen awal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen diagnostik, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun intervensi konseling yang adaptif, empatik, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang bagi penyintas KDRT.
Copyrights © 2025