Diana Zumrotus Sa’adah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asesmen Awal dalam Perancangan Strategi Konseling untuk Post-Traumatic Growth pada Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Ghina Rofifah Putri; Diana Zumrotus Sa’adah; Sulhan
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asesmen awal dalam perancangan strategi konseling yang berorientasi pada post-traumatic growth (PTG) bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Asesmen awal dipandang sebagai fondasi penting untuk memahami kondisi psikologis, sosial, dan spiritual korban, sehingga strategi konseling dapat disusun secara tepat sasaran dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam terhadap konselor profesional yang menangani kasus KDRT. Data dikumpulkan melalui telaah sistematis terhadap jurnal-jurnal psikologi trauma dan dokumentasi praktik konseling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik Miles dan Huberman untuk menemukan pola dan makna mendalam dari hasil asesmen terhadap perancangan intervensi psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen awal berperan krusial dalam mengidentifikasi gejala stres pascatrauma, potensi ketahanan diri, serta faktor pendukung dan penghambat proses pemulihan. Asesmen yang komprehensif memungkinkan konselor menyesuaikan pendekatan seperti person-centered therapy, cognitive behavioral therapy (CBT), dan meaning-centered therapy sesuai kebutuhan unik klien. Selain itu, dukungan sosial, kekuatan spiritual, dan lingkungan konseling yang aman menjadi faktor signifikan dalam mempercepat proses post-traumatic growth. Dengan demikian, asesmen awal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen diagnostik, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun intervensi konseling yang adaptif, empatik, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang bagi penyintas KDRT.
Pendekatan Diagnostik, Strategi Pengelolaan, dan Efektivitas Konseling pada Kasus Trauma Psikologis: Suatu Kajian Literatur Septya Pransisca; Diana Zumrotus Sa’adah; Cici Presillia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan diagnostik, strategi pengelolaan, serta efektivitas konseling dalam penanganan kasus trauma psikologis melalui studi literatur. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa trauma psikologis merupakan gangguan kompleks yang memengaruhi aspek emosional, kognitif, sosial, dan spiritual individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model diagnosis yang akurat, strategi terapi yang komprehensif, serta bentuk konseling yang paling efektif dalam mendukung proses pemulihan penyintas trauma. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi klinis, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik trauma psikologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyoroti kesamaan dan perbedaan antar penelitian dalam hal pendekatan diagnosis, model intervensi, serta hasil efektivitas konseling. Literatur yang dikaji meliputi metode diagnostik berbasis DSM-5, ICD-11, dan penggunaan instrumen seperti Clinician-Administered PTSD Scale (CAPS) dan Post-Traumatic Stress Disorder Checklist (PCL). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diagnostik yang sensitif terhadap konteks budaya dan spiritual terbukti meningkatkan akurasi penilaian dan keberhasilan terapi. Strategi pengelolaan yang menggabungkan terapi kognitif-perilaku, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), serta konseling berbasis nilai religius dinilai paling efektif dalam pemulihan psikologis. Selain itu, hubungan terapeutik yang empatik dan berbasis penerimaan tanpa syarat menjadi faktor kunci keberhasilan konseling. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai-nilai budaya dalam menangani trauma psikologis secara holistik dan berkelanjutan.
Peran Makna Hidup dan Resiliensi dalam Post-Traumatic Growth: Kajian Sistematis Literatur Haja Zendi Sahri; Diana Zumrotus Sa’adah; Elang Anom Samudra
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran makna hidup dan resiliensi dalam membentuk Post-Traumatic Growth (PTG) berdasarkan hasil kajian empiris terkini periode 2022–2024. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk menelusuri, menyeleksi, dan mensintesis penelitian yang relevan. Lima artikel ilmiah internasional terpilih dari basis data Frontiers in Psychology, Healthcare (MDPI), Frontiers in Psychiatry, PLOS ONE, dan Journal of Traumatic Stress. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap PTG. Makna hidup berfungsi sebagai landasan kognitif dalam memahami penderitaan dan memaknai kembali pengalaman traumatik, sedangkan resiliensi berperan sebagai kekuatan emosional untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap tekanan psikologis. Mekanisme mediasi seperti meaning-making, positive coping, dan psychological flexibility memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut dengan PTG. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan makna hidup dan resiliensi perlu diintegrasikan dalam intervensi konseling dan psikoterapi berbasis trauma untuk mendorong pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Pengembangan Soft Skill dan Kepribadian di Dunia Kerja Diana Zumrotus Sa’adah; Farhan Zaldi; Syahrul Ramadhan; Redial Naku Lanye; Dio Rizki Akbar; David Zhe Pratama
Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif Vol. 2 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jubikin.v2i4.1069

Abstract

The utilization of Artificial Intelligence (AI) in the workplace has expanded rapidly, focusing not only on improving efficiency but also on strengthening human resource capacity. This review article aims to analyze the contribution of AI in supporting the development of soft skills and the formation of adaptive professional personalities. The method employed is a literature review of academic publications related to the use of AI in developing nontechnical competencies. The findings indicate that AI has been proven to enhance efficiency and productivity through the automation of routine tasks, faster data analysis, and more precise decision-making support. However, the success of AI implementation does not lie in replacing human roles but rather in harmonizing the functions of machine intelligence with the unique abilities of humans, such as empathy, intuition, creativity, and ethical reasoning. Human–AI collaboration emerges as a key approach to ensuring that technology remains human-centered, enabling digital transformation to proceed ethically, inclusively, and sustainably. Additional findings show that AI is capable of providing personalized learning, real-time feedback, and contextual simulations that effectively train communication, collaboration, problem-solving, creativity, and critical thinking skills. Human-centered AI integration also supports the development of professional personalities that are adaptive and responsive to change.