p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurihum
Diana Zumrotus Sa’adah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asesmen Awal dalam Perancangan Strategi Konseling untuk Post-Traumatic Growth pada Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Ghina Rofifah Putri; Diana Zumrotus Sa’adah; Sulhan
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asesmen awal dalam perancangan strategi konseling yang berorientasi pada post-traumatic growth (PTG) bagi penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Asesmen awal dipandang sebagai fondasi penting untuk memahami kondisi psikologis, sosial, dan spiritual korban, sehingga strategi konseling dapat disusun secara tepat sasaran dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan wawancara mendalam terhadap konselor profesional yang menangani kasus KDRT. Data dikumpulkan melalui telaah sistematis terhadap jurnal-jurnal psikologi trauma dan dokumentasi praktik konseling, kemudian dianalisis menggunakan model analisis tematik Miles dan Huberman untuk menemukan pola dan makna mendalam dari hasil asesmen terhadap perancangan intervensi psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen awal berperan krusial dalam mengidentifikasi gejala stres pascatrauma, potensi ketahanan diri, serta faktor pendukung dan penghambat proses pemulihan. Asesmen yang komprehensif memungkinkan konselor menyesuaikan pendekatan seperti person-centered therapy, cognitive behavioral therapy (CBT), dan meaning-centered therapy sesuai kebutuhan unik klien. Selain itu, dukungan sosial, kekuatan spiritual, dan lingkungan konseling yang aman menjadi faktor signifikan dalam mempercepat proses post-traumatic growth. Dengan demikian, asesmen awal tidak hanya berfungsi sebagai instrumen diagnostik, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun intervensi konseling yang adaptif, empatik, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang bagi penyintas KDRT.
Pendekatan Diagnostik, Strategi Pengelolaan, dan Efektivitas Konseling pada Kasus Trauma Psikologis: Suatu Kajian Literatur Septya Pransisca; Diana Zumrotus Sa’adah; Cici Presillia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan diagnostik, strategi pengelolaan, serta efektivitas konseling dalam penanganan kasus trauma psikologis melalui studi literatur. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa trauma psikologis merupakan gangguan kompleks yang memengaruhi aspek emosional, kognitif, sosial, dan spiritual individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model diagnosis yang akurat, strategi terapi yang komprehensif, serta bentuk konseling yang paling efektif dalam mendukung proses pemulihan penyintas trauma. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi klinis, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik trauma psikologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyoroti kesamaan dan perbedaan antar penelitian dalam hal pendekatan diagnosis, model intervensi, serta hasil efektivitas konseling. Literatur yang dikaji meliputi metode diagnostik berbasis DSM-5, ICD-11, dan penggunaan instrumen seperti Clinician-Administered PTSD Scale (CAPS) dan Post-Traumatic Stress Disorder Checklist (PCL). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diagnostik yang sensitif terhadap konteks budaya dan spiritual terbukti meningkatkan akurasi penilaian dan keberhasilan terapi. Strategi pengelolaan yang menggabungkan terapi kognitif-perilaku, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), serta konseling berbasis nilai religius dinilai paling efektif dalam pemulihan psikologis. Selain itu, hubungan terapeutik yang empatik dan berbasis penerimaan tanpa syarat menjadi faktor kunci keberhasilan konseling. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai-nilai budaya dalam menangani trauma psikologis secara holistik dan berkelanjutan.
Peran Makna Hidup dan Resiliensi dalam Post-Traumatic Growth: Kajian Sistematis Literatur Haja Zendi Sahri; Diana Zumrotus Sa’adah; Elang Anom Samudra
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran makna hidup dan resiliensi dalam membentuk Post-Traumatic Growth (PTG) berdasarkan hasil kajian empiris terkini periode 2022–2024. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk menelusuri, menyeleksi, dan mensintesis penelitian yang relevan. Lima artikel ilmiah internasional terpilih dari basis data Frontiers in Psychology, Healthcare (MDPI), Frontiers in Psychiatry, PLOS ONE, dan Journal of Traumatic Stress. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap PTG. Makna hidup berfungsi sebagai landasan kognitif dalam memahami penderitaan dan memaknai kembali pengalaman traumatik, sedangkan resiliensi berperan sebagai kekuatan emosional untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap tekanan psikologis. Mekanisme mediasi seperti meaning-making, positive coping, dan psychological flexibility memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut dengan PTG. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan makna hidup dan resiliensi perlu diintegrasikan dalam intervensi konseling dan psikoterapi berbasis trauma untuk mendorong pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.