Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran makna hidup dan resiliensi dalam membentuk Post-Traumatic Growth (PTG) berdasarkan hasil kajian empiris terkini periode 2022–2024. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk menelusuri, menyeleksi, dan mensintesis penelitian yang relevan. Lima artikel ilmiah internasional terpilih dari basis data Frontiers in Psychology, Healthcare (MDPI), Frontiers in Psychiatry, PLOS ONE, dan Journal of Traumatic Stress. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap PTG. Makna hidup berfungsi sebagai landasan kognitif dalam memahami penderitaan dan memaknai kembali pengalaman traumatik, sedangkan resiliensi berperan sebagai kekuatan emosional untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap tekanan psikologis. Mekanisme mediasi seperti meaning-making, positive coping, dan psychological flexibility memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut dengan PTG. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan makna hidup dan resiliensi perlu diintegrasikan dalam intervensi konseling dan psikoterapi berbasis trauma untuk mendorong pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025