Industri batik sebagai warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk mengulas implementasi circular economy dalam rantai pasok industri batik dari perspektif teknik dan keberlanjutan. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah dan laporan industri yang relevan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa prinsip circular economy dapat diterapkan dalam proses produksi batik melalui penggunaan bahan baku ramah lingkungan, daur ulang limbah pewarna, dan efisiensi energi. Selain itu, integrasi teknologi hijau dan strategi digitalisasi dalam distribusi dan pemasaran turut mendukung keberlanjutan rantai pasok. Implementasi model circular supply chain terbukti mampu mengurangi limbah, menekan biaya operasional, serta meningkatkan nilai tambah produk batik. Artikel ini memberikan rekomendasi teknis dan kebijakan untuk mendukung adopsi model circular economy secara menyeluruh di sektor batik nasional.
Copyrights © 2025