Industri batik merupakan salah satu sektor budaya yang memiliki kontribusi ekonomi signifikan di Indonesia. Namun, proses pewarnaan batik menghasilkan limbah cair yang mengandung zat kimia berbahaya, sehingga berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Studi ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pendekatan teknologi dalam pengolahan limbah cair batik berbasis prinsip desain peralatan ramah lingkungan. Melalui tinjauan terhadap beberapa literatur terkini, penelitian ini menyoroti inovasi teknologi yang mencakup penggunaan sensor otomatis, sistem kontrol berbasis mikrokontroler (seperti Arduino dan ESP32), serta penerapan media filtrasi lokal seperti arang aktif dan sabut kelapa. Hasil telaah menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dengan desain ergonomis dan keterjangkauan biaya sangat krusial untuk diterapkan oleh pelaku industri kecil dan menengah. Selain itu, strategi kolaboratif antara akademisi, komunitas lokal, dan UMKM menjadi kunci dalam membangun sistem pengolahan limbah yang berkelanjutan dan edukatif. Studi ini merekomendasikan pengembangan desain alat yang responsif terhadap kondisi lingkungan, hemat energi, dan mudah dioperasikan, guna mendukung pelestarian lingkungan sekaligus keberlanjutan industri batikĀ
Copyrights © 2025