Penelitian ini mengkaji prestise sebagai bentuk komunikasi nonverbal dalam konstruksi citra diri di era digital. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat dan budaya konsumsi yang semakin kompetitif, prestise telah menjadi ekspresi simbolis yang digunakan individu untuk menegaskan identitas dan status sosialnya di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perilaku konsumen, gaya hidup digital, dan penggunaan media sosial membentuk cara individu mengkomunikasikan citra diri melalui simbol prestise. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi digital yang melibatkan pengguna media sosial dari berbagai kelompok umur, latar belakang pendidikan, dan profesi. Temuannya mengungkapkan bahwa prestise berfungsi sebagai strategi komunikasi nonverbal yang mewakili nilai, aspirasi, dan status sosial seseorang. Melalui postingan, pilihan fesyen, kepemilikan barang bermerek, dan aktivitas digital tertentu, individu berupaya membangun citra diri ideal yang mendapat pengakuan dari lingkungan sosialnya. Studi ini juga menyoroti tekanan psikologis dan sosial yang timbul dari kebutuhan untuk mempertahankan citra tersebut, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan kesadaran diri dalam mengelola identitas online agar tidak terjerumus ke dalam pola komunikasi yang dangkal dan konsumtif.
Copyrights © 2026