Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan pembedahan untuk membantu proses persalinan ketika tidak dapat dilakukan secara normal akibat kondisi ibu atau janin. Prosedur ini menyebabkan terputusnya kontinuitas jaringan yang memicu pelepasan reseptor nyeri, sehingga pasien sering mengalami nyeri pasca operasi terutama setelah efek anestesi hilang. Nyeri menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan efektif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan evidence based practice Massage Effleurage dalam menurunkan nyeri post operasi SC. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Populasi adalah pasien post operasi SC, dengan sampel Ny. K yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi Massage Effleurage diberikan selama dua hari, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. K setelah diberikan intervensi massage effleurage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 2 (nyeri ringan) pada hari kedua. Penerapan evidence based practice Massage Effleurage efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan.
Copyrights © 2026