Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK ALTERNATE NOSTRIL BREATHING TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUANGAN EDELWEYS RSUD NOONGAN Kairupan, Michelle; Lolon, Yani; Haryanto, Wiwit
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data awal yang diperoleh dari RSUD Noongan bulan Desember 2024 dan Januari 2025, pasien hipertensi di Ruangan Edelweys berjumlah 98 pasien. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan hipertensi yaitu dengan pemberian obat antihipertensi dan obat diuretic, pengobatan non farmakologis seperti teknik nostril breathing masih jarang dilakukan dan bahkan hampir tidak pernah, sehingga membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang teknik nostril breathing tersebut. Tujuan pada penelitian ini ialah mengetahui Pengaruh Teknik Alternate Nostril Breathing terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Ruangan Edelweys RSUD Noongan. Desain penelitian menggunakan pendeketan one Group pretest-posttest design suatu penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (posttest). Populasi dalam penelitian ini adalah berjumlah 47 pasien. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 16 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji t-test. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dari sampel yang diteliti terdapat pengaruh teknik alternate nostril breathing terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi dengan diperoleh nilai ρ = 0.000 < α = 0.05. Terdapat pengaruh alternate nostril breathing terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi lokasi penelitian tentang pentingnya teknik alternate nostril breathing terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS EVIDENCE MASSAGE EFFLEURAGE PADA NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI IRINA D BAWAH RSUP PROF DR R.D KANDOU MANADO kairupan, Michelle; Molintao, Winarsi; Lontoh, Esther; Manengkey, Olvin; Nindi, Engryne; Lolon, Yani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57438

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan pembedahan untuk membantu proses persalinan ketika tidak dapat dilakukan secara normal akibat kondisi ibu atau janin. Prosedur ini menyebabkan terputusnya kontinuitas jaringan yang memicu pelepasan reseptor nyeri, sehingga pasien sering mengalami nyeri pasca operasi terutama setelah efek anestesi hilang. Nyeri menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan efektif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan evidence based practice Massage Effleurage dalam menurunkan nyeri post operasi SC. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Populasi adalah pasien post operasi SC, dengan sampel Ny. K yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi Massage Effleurage diberikan selama dua hari, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. K setelah diberikan intervensi massage effleurage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 2 (nyeri ringan) pada hari kedua. Penerapan evidence based practice Massage Effleurage efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan.