ABSTRACT Smash accuracy is one of the important factors in men’s doubles badminton because it is closely related to attacking effectiveness and the opportunity to score points. Based on observations conducted at PB Gor Warna Agung Ampenan, several athletes were still unable to direct the shuttlecock consistently, causing the shots to frequently hit the net or land outside the court. This study aimed to analyze the effect of drilling smash and stroke smash training on improving smash accuracy among men’s doubles badminton athletes at PB Gor Warna Agung Ampenan in 2024. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 men’s doubles athletes divided into two groups using the ordinal pairing technique. The research instrument used a badminton smash accuracy test based on PB PBSI standards. The treatment was carried out through drilling smash and stroke smash training programs implemented progressively during the training period. Data were analyzed using descriptive statistics and the t-test at a 5% significance level. The results showed that both training methods had an effect on improving the athletes’ smash accuracy. Drilling smash training was more effective in improving shot direction consistency, while stroke smash training helped athletes adapt their shots to more dynamic game situations. Therefore, both training methods can be used as alternative programs for developing smash techniques in men’s doubles badminton athletes. ABSTRAK Ketepatan smash menjadi salah satu faktor penting dalam permainan bulutangkis ganda putra karena berkaitan dengan efektivitas serangan dan peluang memperoleh poin. Berdasarkan hasil observasi di PB Gor Warna Agung Ampenan, masih ditemukan atlet yang belum mampu mengarahkan shuttlecock secara konsisten sehingga pukulan sering menyangkut net atau keluar lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drilling smash dan stroke smash terhadap peningkatan ketepatan smash atlet ganda putra bulutangkis PB Gor Warna Agung Ampenan tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 atlet ganda putra yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan smash bulutangkis mengacu pada standar PB PBSI. Perlakuan diberikan melalui program latihan drilling smash dan stroke smash yang dilakukan secara bertahap selama periode latihan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh terhadap peningkatan ketepatan smash atlet. Latihan drilling smash lebih efektif dalam meningkatkan konsistensi arah pukulan, sedangkan latihan stroke smash membantu atlet menyesuaikan pukulan dalam situasi permainan yang lebih dinamis. Dengan demikian, kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif program pembinaan teknik smash pada atlet ganda putra bulutangkis.
Copyrights © 2025