Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BOLA JALAN DAN PASS BACK PASS MENINGKATKAN KETEPATAN SHOOTING Tomi Saputra; Herman Syah; Muhsan Muhsan; Lalu Hulfian
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10980

Abstract

ABSTRACT Shooting accuracy is an important skill in football because it plays a significant role in a team’s success in scoring goals. However, youth players still frequently experience inaccurate shots due to inadequate technical control and movement coordination when performing shooting. This study aimed to determine the effect of shooting training using the moving ball and pass back pass methods on the shooting accuracy of SSB PS Duo Pringgarata players aged 13–15 years and to identify the more effective training method. The study employed an experimental method using a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 18 players aged 13–15 years selected through purposive sampling and divided into two groups using an ordinal pairing pattern. The first group received shooting training with the moving ball method, while the second group received pass back pass training for 16 sessions. Data were collected using the Bobby Charlton shooting test and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed that both training methods had a significant effect on improving players’ shooting accuracy. However, the moving ball training method produced greater improvement than the pass back pass method because players could better control ball position and shooting direction before taking the shot. This study indicates that technical training delivered progressively from simple situations to more complex game-like situations can help improve the shooting accuracy of youth players. The findings of this study can be used as a reference for coaches in designing more effective shooting training programs that are appropriate to the developmental stage of youth football players. ABSTRAK Ketepatan shooting merupakan salah satu keterampilan penting dalam sepak bola karena berperan dalam keberhasilan tim mencetak gol. Namun, pemain usia muda masih sering mengalami kesalahan arah tendangan akibat kurangnya kontrol teknik dan koordinasi gerak saat melakukan shooting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan shooting dengan bola jalan dan pass back pass terhadap ketepatan shooting pemain SSB PS Duo Pringgarata KU 13–15 tahun serta menentukan metode latihan yang lebih efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 pemain usia 13–15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok menggunakan pola ordinal pairing. Kelompok pertama diberikan latihan shooting dengan bola jalan, sedangkan kelompok kedua diberikan latihan pass back pass selama 16 kali pertemuan. Pengumpulan data menggunakan tes Bobby Charlton shooting test, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan shooting pemain. Namun, latihan bola jalan memberikan peningkatan yang lebih besar dibandingkan latihan pass back pass karena pemain lebih mudah mengontrol posisi bola dan arah tendangan sebelum melakukan shooting. Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan teknik yang diberikan secara bertahap dari situasi sederhana menuju situasi permainan yang lebih kompleks dapat membantu meningkatkan akurasi shooting pemain usia muda. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan shooting yang lebih efektif dan sesuai dengan tahap perkembangan pemain sepak bola usia muda.
DRILLING SMASH DAN STROKE SMASH MENINGKATKAN KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS Triana Dewi; Herman Syah; Supriadin Supriadin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10981

Abstract

ABSTRACT Smash accuracy is one of the important factors in men’s doubles badminton because it is closely related to attacking effectiveness and the opportunity to score points. Based on observations conducted at PB Gor Warna Agung Ampenan, several athletes were still unable to direct the shuttlecock consistently, causing the shots to frequently hit the net or land outside the court. This study aimed to analyze the effect of drilling smash and stroke smash training on improving smash accuracy among men’s doubles badminton athletes at PB Gor Warna Agung Ampenan in 2024. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 men’s doubles athletes divided into two groups using the ordinal pairing technique. The research instrument used a badminton smash accuracy test based on PB PBSI standards. The treatment was carried out through drilling smash and stroke smash training programs implemented progressively during the training period. Data were analyzed using descriptive statistics and the t-test at a 5% significance level. The results showed that both training methods had an effect on improving the athletes’ smash accuracy. Drilling smash training was more effective in improving shot direction consistency, while stroke smash training helped athletes adapt their shots to more dynamic game situations. Therefore, both training methods can be used as alternative programs for developing smash techniques in men’s doubles badminton athletes. ABSTRAK Ketepatan smash menjadi salah satu faktor penting dalam permainan bulutangkis ganda putra karena berkaitan dengan efektivitas serangan dan peluang memperoleh poin. Berdasarkan hasil observasi di PB Gor Warna Agung Ampenan, masih ditemukan atlet yang belum mampu mengarahkan shuttlecock secara konsisten sehingga pukulan sering menyangkut net atau keluar lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drilling smash dan stroke smash terhadap peningkatan ketepatan smash atlet ganda putra bulutangkis PB Gor Warna Agung Ampenan tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 atlet ganda putra yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan smash bulutangkis mengacu pada standar PB PBSI. Perlakuan diberikan melalui program latihan drilling smash dan stroke smash yang dilakukan secara bertahap selama periode latihan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh terhadap peningkatan ketepatan smash atlet. Latihan drilling smash lebih efektif dalam meningkatkan konsistensi arah pukulan, sedangkan latihan stroke smash membantu atlet menyesuaikan pukulan dalam situasi permainan yang lebih dinamis. Dengan demikian, kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif program pembinaan teknik smash pada atlet ganda putra bulutangkis.
LATIHAN INTERVAL EKSTENSIF UNTUK DAYA TAHAN DAN KECEPATAN LARI 400 METER ATLET PPLP NTB Mahdalena Sari; Herman Syah; Ali Imran
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10970

Abstract

ABSTRACT Endurance and speed are important components in the 400-meter sprint event because athletes are required to maintain sprint performance until the finish line. One of the common problems experienced by sprint athletes is a decrease in speed during the final phase of the race due to high levels of fatigue. This study aimed to analyze the effect of extensive interval training on improving the endurance and speed abilities of 400-meter runners at PPLP NTB athletics. The study employed an experimental method using a one group pretest-posttest design. The research sample consisted of 10 PPLP NTB athletics athletes selected through a total sampling technique. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week and a total of 16 meetings. The training program consisted of 500-meter runs with a target time of 80 seconds, two sets, two-minute recovery, and a gradual increase in repetitions from three to seven repetitions. The research instrument used was a 400-meter running test measured in seconds. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed that the average 400-meter running time decreased from 61.92 seconds in the pretest to 55.68 seconds in the posttest. Statistical analysis revealed that the t-count value of 6.333 was higher than the t-table value of 1.833. These findings indicate that extensive interval training is effective in improving the endurance and speed performance of 400-meter athletes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan daya tahan dan kecepatan dalam lari 400 meter, karena nomor ini menuntut kemampuan mempertahankan kecepatan tinggi sampai garis akhir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval ekstensif terhadap peningkatan kemampuan daya tahan dan kecepatan lari 400 meter atlet atletik PPLP NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet atletik PPLP NTB yang diambil dari seluruh populasi penelitian. Instrumen penelitian berupa tes lari 400 meter dengan satuan detik, menggunakan lintasan atletik, start block, stopwatch, cone, dan blangko pencatatan. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu dan total 16 kali pertemuan. Program latihan menggunakan lari 500 meter dengan target waktu 80 detik, dua set, repetisi bertahap dari tiga sampai tujuh kali, dan recovery dua menit. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu kelompok interval menurun dari 61,92 detik pada pretest menjadi 55,68 detik pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 6,333 lebih besar daripada t-tabel 1,833 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, latihan interval ekstensif berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan daya tahan dan kecepatan lari 400 meter atlet atletik PPLP NTB.