Kinerja optimal karyawan sangat erat kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Keberhasilan operasi penanggulangan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana sangat dipengaruhi oleh kinerja personel. Cyberloafing merupakan salah satu dinamika baru yang muncul di tempat kerja sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi. Namun, pengendalian diri dan dedikasi karyawan terhadap organisasi juga dianggap memengaruhi kinerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana dedikasi organisasi dan cyberloafing memengaruhi kinerja pekerja, dengan pengendalian diri bertindak sebagai moderator. Untuk menguji hipotesis, penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik eksplanatori yang mengamati hubungan antarvariabel. Kuesioner dengan skala Likert lima poin digunakan sebagai alat penelitian. Sebanyak 150 pegawai negeri sipil dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi sampel penelitian. Dengan menggunakan perangkat lunak SmartPLS 3, metode SEM-PLS digunakan untuk menganalisis data. Untuk memverifikasi validitas, reliabilitas, dan kekuatan hubungan antarvariabel, pengujian dilakukan dengan mengevaluasi model pengukuran (outer model) dan model struktural (inner model). Temuan penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing meningkatkan produktivitas pekerja. Kinerja karyawan dipengaruhi secara positif oleh komitmen organisasi. Namun, baik hubungan antara komitmen organisasi dan kinerja karyawan maupun hubungan antara cyberloafing dan kinerja karyawan tidak terbukti dimoderasi oleh self-control.
Copyrights © 2026