Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam pola keberagamaan remaja. Media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan ekspresi identitas keagamaan. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran media sosial dalam membentuk, memengaruhi, dan merefleksikan perilaku keagamaan remaja di Jorong Pasia Laweh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan, yang terdiri atas lima remaja, seorang guru ngaji, seorang wali jorong, dan satu orang tua. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku keagamaan remaja mengalami dinamika yang kompleks. Media sosial menjadi ruang baru dalam memahami dan mengekspresikan nilai keagamaan melalui konten digital, seperti video dakwah dan kutipan islami. Di sisi lain, tradisi pembelajaran agama di surau dan keluarga tetap dipertahankan. Hal ini menunjukkan adanya integrasi antara praktik keagamaan tradisional dan modern. Dengan demikian, media sosial tidak menggeser nilai religius, tetapi berperan dalam membentuk identitas keagamaan remaja di era digital.
Copyrights © 2026