Peneltian ini bertujuan untuk mengkaji Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi. Bukittinggi merupakan sebuah kota yang terletak di Sumatera Barat yang dikenal sebagai salah satu pusat warisan sejarah dan budaya yang kaya, terutama selama priode kolonial. Bukittinggi pada zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock. Pada priode Belanda pacu kuda berkembang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Minangkabau. Dikawasan Bukik Ambacang, Belanda membangun arena pacu kuda sebagai bagian dari fasilitas hiburan dan olahraga bagi para pejabat serta masyarakat Eropa yang tinggal disana. Pacu kuda Bukik Ambacang diresmikan Belanda pada tahun 1889 yang dikenal dengan nama galanggan Bukik Ambacang. Galanggang ini merupakan galangang tertua di Indonesia dan juga merupakan pelopor olahraga pacu kuda di Sumatera Barat. Sejak diresmikan tahun 1889 gelanggang ini bernaung dibawah Renbond (organisasi pemerintah Belanda) dan setiap tahunnya diadakan pacuan kuda pada hari-hari tertentu, seperti hari-hari pasar dan hari ulang tahun ratu Belanda, hingga saat ini berkembang menjadi destinasi pariwisata warisan sejarah di Kota Bukittinggi yang dikenal dengan olahraga pacu kuda. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif naratif dengan metode penelitian sejarah. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah sember primer dan sekunder. Sumber primer dapat berupa Arsip Belanda, Surat Kabar yang terkait dengan judul penelitian, sedangkan sumber skunder dengan meneliti artikel buku, jurnal terkait dengan judul penelitian yaitu tentang Olahraga Pacu Kuda Sebagai Warisan Sejarah Budaya Di Kota Bukittinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama masa kolonial dan menjelang kemerdekaan, pacu kuda menjadi simbol kekuatan dan keberanian masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pacu kuda yang didominasi kolonial Belanda di bukittinggi, mulai dari perkembangan pacu kuda perbandingan model pacu kuda, termasuk pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Melalui analisis terhadap dokumentasi sejarah penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah perkembangan olahraga pacu kuda Bukik Ambcang tahun 1989 dan pristiwa sejarah yang terkandung dalam olahraga pacu kuda. Dengan demikian, pacu kuda Bukittinggi tidak hanya dikenang sebagai sebuah olahraga, tetapi juga sebagai simbol warisan budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.
Copyrights © 2026