Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dinamika sosial kontemporer menuntut adanya pembaruan epistemologis dalam pendidikan Islam. Praktik Pendidikan Agama Islam ( hingga kini masih didominasi pendekatan normatif-tekstual dengan penekanan pada hafalan, sehingga kurang responsif terhadap realitas sosial dan pengembangan nalar kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis epistemologi pendidikan Islam dalam perspektif kontemporer, khususnya terkait relasi sumber pengetahuan serta integrasi metode epistemologis dalam praktik pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari buku dan artikel jurnal ilmiah lima tahun terakhir yang relevan dengan kajian epistemologi pendidikan Islam, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dengan pendekatan filosofis-epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi pendidikan Islam kontemporer bertumpu pada integrasi wahyu, akal, dan pengalaman empiris sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi. Namun, dalam praktiknya masih terjadi fragmentasi epistemologis akibat dominasi pendekatan normatif-tekstual dan penggunaan metode bayani, burhani, dan tajribi secara parsial. Pembahasan menegaskan pentingnya rekonstruksi epistemologi pendidikan Islam integratif-interkonektif sebagai kerangka operasional pedagogis. Integrasi sumber dan metode epistemologis secara sistematis diperlukan untuk memperkuat relevansi, kontekstualitas, dan daya transformatif pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan pendidikan kontemporer.
Copyrights © 2026