Transformasi ekonomi digital telah mengubah paradigma konsumsi masyarakat melalui integrasi teknologi finansial (fintech) yang masif. Salah satu inovasi yang paling mendominasi adalah layanan Buy Now, Pay Later (BNPL), yang memungkinkan konsumen memperoleh barang secara instan dengan menunda pembayaran melalui skema cicilan. Di Indonesia, fenomena ini menciptakan apa yang dikenal sebagai "Paradoks Inklusi", di mana indeks inklusi keuangan telah melampaui 80%, namun indeks literasi keuangan masih tertinggal di angka 66%. Kondisi ini mencerminkan bahwa aksesibilitas layanan keuangan yang tinggi tidak dibarengi dengan pemahaman risiko yang memadai. Penelitian ini menggunakan desain studi literatur deskriptif kualitatif dengan pendekatan systematic literature review (SLR) untuk menganalisis fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BNPL mendorong perilaku konsumsi impulsif yang berdampak pada melemahnya budaya menabung dan berpotensi menghambat pembentukan investasi nasional.
Copyrights © 2026