Kajian ini dimaksudkan untuk menginvestigasi sejauh mana pengeluaran yang dialokasikan untuk kepentingan ekologis serta performa keberlanjutan lingkungan berdampak terhadap tingkat keuntungan finansial perusahaan manufaktur yang bergerak di sektor industri esensial dan kimia, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun 2021–2024. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi BEI (www.idx.co.id). Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, menghasilkan 11 entitas usaha yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik, regresi linear berganda, serta evaluasi terhadap koefisien determinasi dan hipotesis. Hasil pengujian parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan t_hitung 2,01954 berada di atas t_tabel 3,411. Sedangkan , kinerja lingkungan tidak menunjukkan relasi yang signifikan terhadap keuntungan, karena nilai_t_hitung (1,587) < _t_tabel (2,01954). Namun, secara simultan, biaya dan kinerja lingkungan menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap profitabilitas. Uji F mengindikasikan nilai signifikansi 0,006 < 0,05 serta F_hitung 5,852 yang melebihi F_tabel 3,226, sehingga hipotesis alternatif diterima dan relasi gabungan tersebut dinyatakan signifikan.
Copyrights © 2026