Penyaluran energi listrik pada jaringan distribusi memerlukan sistem proteksi yang handal agar kontinuitas pelayanan tetap terjaga serta peralatan terlindungi dari kerusakan akibat gangguan. Salah satu perangkat yang sering digunakan adalah overcurrent relay (OCR), yaitu relai yang bekerja saat terjadi arus lebih. Gangguan seperti hubung singkat dapat menimbulkan lonjakan arus yang tinggi sehingga berisiko merusak komponen sistem jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penentuan setting OCR yang tepat sangat penting untuk memastikan relai dapat bekerja secara selektif dan cepat. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan sistem distribusi menggunakan ETAP, dilanjutkan analisis arus gangguan dan penentuan parameter relai seperti arus pickup dan waktu operasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengaturan yang tepat mampu menghasilkan koordinasi proteksi yang baik dan efektif dalam mengisolasi gangguan.
Copyrights © 2026