Kinerja aspal sebagai material utama perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama air, suhu, dan beban lalu lintas berulang yang dapat memicu terbentuknya retakan mikro dan mempercepat degradasi struktur. Permasalahan ini menjadi semakin krusial diwilayah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan ketahan dan umur layanan aspal. Peneletian ini mengkaji pemanfaatan bakteri Escherichia Coli sebagai agen biologis dalam meningkatkan kemampuan kuat tekan pada aspal. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan memvariasikan konsentrasi bakteri yang digunakan, yaitu 101, 103, 106, dan 109 sel/ml, yang diaplikasikan pada aspal penetrasi 60/70. Pengujian difokuskan pada satu parameter utama, yaitu kuat tekan yang diamati melalui proses penutupan ratakan mikro secara virtual dan mikroskopis dalam periode waktu tertentu serta melalui analisis Marshall Test. Dari penelitian yang telah dilakukan mendapati bahwa konsentrasi bakteri 109 sel/ml memiliki peningkatan yang paling tinggi baik itu pada sifat hidrofobik, dan kuat tekan, dan konsentrasi bakteri yang paling optimal untuk digunakan adalah bakteri dengan konsentrasi 103 sel/ml pada semua pengujian. Hasil penelitian diharapkan mampu menunjukkan hubungan antara variasi konsentrasi bakteri dengan peningkatan performa aspal, serta menentukan konsentrasi optimum yang memberikan efek paling signifikan tanpa menurunkan kualitas material. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan material aspal cerdas berbasis bioteknologi yang lebih tahan terhadap air, memiliki kemampuan daya tekan yang baik, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2026