Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji reaktualisasi identitas budaya melalui tradisi Ngerobok serta peran generasi muda dalam pelestarian dan inovasi di Desa Adat Kerobokan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngerobok mengandung nilai filosofis berupa kebersamaan, gotong royong, keikhlasan, dan rasa syukur yang menjadi dasar pembentukan identitas budaya masyarakat. Generasi muda (yowana) memiliki peran dominan sebagai penggerak utama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, sekaligus sebagai inovator yang mampu mengadaptasi tradisi tanpa menghilangkan esensinya. Transformasi Ngerobok dari praktik budaya lokal menjadi bentuk festival menunjukkan adanya proses adaptasi budaya yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Copyrights © 2026