Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga kongkret terhadap gambaran pemahaman siswa kelas 1 SD dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan. Masalah utama dalam pembelajaran matematika di tingkat dasar adalah perubahan cara berpikir anak dari hal-hal yang kongkret ke hal-hal yang abstrak, di mana siswa sering kali kesulitan mengartikan ambin soal cerita ke dalam hitungan matematika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan membandingkan dua kelompok siswa yang tidak dipilih secara acak. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas 1 yang dibagi menjadi kelompok perlakuan/eksperimen (menggunakan alat peraga nyata/kongkret berupa batu kerikil yang diambil dari lingkungan sekolah) dan kelompok pembanding/ambing (menggunakan cara mengajar biasa). Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman atau Representasi Kognitif (melalui tindakan, gambar, dan ambing) serta lembar observasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang berarti pada kemampuan pemahaman kelompok yang menggunakan alat peraga dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakannya. Penggunaan alat peraga kongkret secara efektif membantu siswa membayangkan masalah, membangun pemahaman konsep penjumlahan, dan meringankan beban berpikir kognitif anak saat menyelesaikan soal cerita.
Copyrights © 2026