Kuliner lokal merupakan salah satu aset budaya yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia. Namun, potensi tersebut tidak dapat dimaksimalkan tanpa strategi komunikasi yang tepat, khususnya melalui pemanfaatan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa dalam branding kuliner lokal sebagai daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai identitas budaya, media promosi, serta pembentuk pengalaman wisata. Penggunaan bahasa daerah, narasi kuliner, dan strategi kebahasaan dalam promosi terbukti mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat nilai autentisitas kuliner lokal. Oleh karena itu, integrasi bahasa dalam branding kuliner perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026