Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi pembelajaran diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus (ABK) serta mengetahui dampaknya terhadap hasil belajar siswa di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif pasif dan angket terbuka kepada guru kelas III. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas dan 5 siswa ABK dengan hambatan intelektual ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi diterapkan melalui asesmen diagnostik serta penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kemampuan siswa. Guru menggunakan strategi pendampingan individual, media visual, tugas bertahap, dan fleksibilitas waktu belajar. Penerapan pembelajaran diferensiasi berdampak positif terhadap keaktifan, rasa percaya diri, keterlibatan belajar, dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu dan kurangnya pelatihan guru terkait pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026