Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru bimbingan dan konseling dalam mengoptimalkan tugas perkembangan remaja di sekolah menengah, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi efektif yang diterapkan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di sekolah menengah dengan melibatkan guru BK, kepala sekolah, wali kelas, dan siswa sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK menjalankan perannya melalui layanan bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, serta kolaborasi dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah dan keluarga. Hambatan utama yang ditemukan meliputi rasio guru BK dan siswa yang tidak ideal, beban administratif berlebihan, serta keterbatasan sarana prasarana. Strategi efektif yang diterapkan mencakup pendekatan developmental counseling, pemanfaatan teknologi digital, dan pemberdayaan program konselor sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru BK secara kelembagaan dan profesional merupakan kebutuhan mendesak demi tercapainya optimalisasi tugas perkembangan remaja secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026