Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Deteksi dini diperlukan karena preeklamsia sering tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Mean Arterial Pressure (MAP) dapat digunakan sebagai skrining untuk mendeteksi risiko preeklamsia, sedangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia karena berkaitan dengan status gizi ibu selama kehamilan. Tujuan: menganalisis hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Variabel independen adalah MAP dan IMT, sedangkan variabel dependen adalah kejadian preeklamsia. Sampel penelitian berjumlah 286 ibu hamil menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi meliputi tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta diagnosis preeklamsia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar ibu hamil memiliki nilai MAP kategori berisiko (60,5%) dan IMT kategori normal (71,3%). Kejadian preeklamsia ditemukan pada 50,3% responden. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara MAP dengan kejadian preeklamsia (ρ=0,001) dan antara IMT dengan kejadian preeklamsia (ρ=0,011). Kesimpulan: MAP dan IMT berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil.
Copyrights © 2026