Pendahuluan: Periode prasekolah merupakan masa krusial bagi anak, karena pada tahap ini kemampuan emosi berkembang pesat dan akan berpengaruh terhadap aspek sosial, kognitif, hingga prestasi belajar di kemudian hari. Salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan tersebut adalah pola asuh orang tua. Tujuan: Menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan melibatkan 106 anak usia prasekolah melalui teknik total sampling pada bulan Mei 2025. Instrumen yang dipakai adalah Parenting Style Dimension Questionnaire (PSDQ) dan Emotional Intelligence Scale for Children (EISC). Analisis bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil: Sebagian besar orang tua menggunakan pola asuh demokratis. Hasil uji statistik r = 0,001 < a 0,05 dengan nilai r = 0,322, yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan emosional anak usia pra sekolah di PAUD BKB Mahkota Depok. Saran: Pola asuh yang tepat, khususnya pola asuh demokratis, mampu memberikan dampak yang baik bagi perkembangan emosional anak. Orang tua dapat lebih aktif dalam berkomunikasi dua arah dengan anak, membuat batasan yang konsisten, dan membuat lingkungan yang mendukung perkembangan emosional anak sejak dini.
Copyrights © 2026