Dasawisma Kenanga di Kelurahan Sempaja Selatan merupakan kelompok masyarakat yang telah mengembangkan produk olahan pangan seperti keripik singkong, pisang, dan tempe. Namun, dalam proses produksinya masih ditemukan rendahnya pemahaman terhadap higiene sanitasi pangan, yang berisiko terhadap kualitas dan keamanan produk. Permasalahan menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan prinsip hygiene sanitasi, melalui kegiatan penyuluhan, observasi, serta pelatihan langsung dengan pendekatan partisipatif. Solusi yang ditawarkan mencakup edukasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan produksi, penempatan media informasi visual berupa poster, pemberian sarana fisik seperti tempat sampah dan alat produksi, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi. Keberhasilan program diukur melalui penilaian sanitasi ruang produksi berdasarkan Permenkes No. 1096 Tahun 2011, yang menunjukkan peningkatan skor dari 46 (belum layak) menjadi 65 (memenuhi standar). Hasil ini membuktikan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta perubahan nyata dalam perilaku produksi pangan yang lebih higienis. Kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan berkelanjutan, evaluasi berkala, serta pengembangan usaha berbasis keamanan pangan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan
Copyrights © 2025