Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi produk keripik bernilai ekonomi, serta mendorong kemandirian usaha berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait nilai gizi dan potensi ekonomi daun kelor, yang diikuti oleh berkembangnya keterampilan teknis dalam proses produksi, inovasi rasa, dan pengemasan produk yang lebih menarik dan kompetitif. Selain itu, literasi digital peserta juga mengalami peningkatan, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Dampak ekonomi mulai terlihat melalui munculnya usaha rumah tangga skala kecil yang memberikan tambahan pendapatan, sementara secara sosial terbentuk kelompok usaha bersama yang memperkuat kolaborasi dan kohesi komunitas. Evaluasi program mengindikasikan tingkat efektivitas yang baik, meskipun masih terdapat kendala pada aspek peralatan dan keberlanjutan pendampingan. Secara keseluruhan, program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026