Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dilaporkan berasosiasi dengan penurunan kematian neonatal hingga 22% dan dipandang sebagai pintu masuk bagi keberhasilan ASI eksklusif. Cakupan IMD nasional 58,2% masih di bawah target Renstra 66%. Tujuan: Menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan IMD pada ibu bersalin normal dan menguji peran pengetahuan ibu sebagai mediator pada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan keberhasilan IMD. Metode: Studi simulasi berbasis data sintetis yang membangkitkan 150 observasi ibu bersalin normal menggunakan distribusi parameter yang dikalibrasi dari literatur SDKI 2022 dan studi-studi cross-sectional terdahulu di Indonesia. Pembangkitan data dilakukan dengan R versi 4.3.1 (paket simstudy dan MASS), benih acak (random seed) ditetapkan untuk reproduksibilitas. Analisis meliputi chi-square, regresi logistik ganda dengan pemeriksaan multikolinearitas (VIF), dan uji mediasi bootstrap 5.000 sampel. Hasil: Keberhasilan IMD 61,3% (n=92). Faktor dominan: pengetahuan ibu (aOR=5,84; 95% CI: 2,28–14,95; p<0,001), dukungan petugas kesehatan (aOR=3,42; p=0,002), dukungan keluarga (aOR=2,89; p=0,008), pendidikan SMA ke atas (aOR=2,15; p=0,044), dan paritas multipara (aOR=1,98; p=0,047). Pengetahuan ibu memediasi 30,1% pengaruh dukungan petugas terhadap keberhasilan IMD. Simpulan: Dalam skenario simulasi, pengetahuan ibu muncul sebagai determinan utama sekaligus jalur mediasi penting. Kerangka analisis ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan studi empiris lanjutan dan perhitungan kekuatan statistik untuk evaluasi program edukasi prenatal terpadu di fasilitas kesehatan primer.
Copyrights © 2026