Ni Nyoman Sri Wirayuni
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Usada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kunjungan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil di Indonesia Ni Nyoman Sri Wirayuni; Noorhani Dyani Laksmi; I Ketut Dian Lanang Triana; Ni Putu Ari Anggarani
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1308

Abstract

Kunjungan Antenatal Care (ANC) yang teratur berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu. Namun, cakupan ANC di Indonesia masih rendah, dengan cakupan K4 sebesar 68,1% dan K6 sebesar 17,6% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Indonesia melalui tinjauan sistematis. Kajian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelusuri literatur pada Garuda, Google Scholar, PubMed, dan repositori institusi untuk publikasi tahun 2019–2025. Sebanyak 10 studi observasional yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan metode vote-counting serta penilaian kualitas dengan JBI Critical Appraisal Checklist. Hasil menunjukkan bahwa delapan dari sepuluh studi menemukan hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan ANC (p<0,05), sementara dua studi tidak menemukan hubungan yang signifikan. Hubungan positif tersebut ditemukan di wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, dengan dukungan informasional dan instrumental menunjukkan pengaruh paling kuat. Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan kunjungan ANC, meskipun dipengaruhi pula oleh faktor regional dan sosial ekonomi. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam upaya peningkatan pemanfaatan layanan ANC.
Determinasi Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada Persalinan Normal: Studi Simulasi Berbasis Data Sintetis Dito Anurogo; Noorhani Dyani Laksmi; Ni Nyoman Sri Wirayuni; I Ketut Dian Lanang Triana
Public Health and Safety International Journal Vol. 6 No. 01 (2026): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v6i01.1298

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dilaporkan berasosiasi dengan penurunan kematian neonatal hingga 22% dan dipandang sebagai pintu masuk bagi keberhasilan ASI eksklusif. Cakupan IMD nasional 58,2% masih di bawah target Renstra 66%. Tujuan: Menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan IMD pada ibu bersalin normal dan menguji peran pengetahuan ibu sebagai mediator pada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan keberhasilan IMD. Metode: Studi simulasi berbasis data sintetis yang membangkitkan 150 observasi ibu bersalin normal menggunakan distribusi parameter yang dikalibrasi dari literatur SDKI 2022 dan studi-studi cross-sectional terdahulu di Indonesia. Pembangkitan data dilakukan dengan R versi 4.3.1 (paket simstudy dan MASS), benih acak (random seed) ditetapkan untuk reproduksibilitas. Analisis meliputi chi-square, regresi logistik ganda dengan pemeriksaan multikolinearitas (VIF), dan uji mediasi bootstrap 5.000 sampel. Hasil: Keberhasilan IMD 61,3% (n=92). Faktor dominan: pengetahuan ibu (aOR=5,84; 95% CI: 2,28–14,95; p<0,001), dukungan petugas kesehatan (aOR=3,42; p=0,002), dukungan keluarga (aOR=2,89; p=0,008), pendidikan SMA ke atas (aOR=2,15; p=0,044), dan paritas multipara (aOR=1,98; p=0,047). Pengetahuan ibu memediasi 30,1% pengaruh dukungan petugas terhadap keberhasilan IMD. Simpulan: Dalam skenario simulasi, pengetahuan ibu muncul sebagai determinan utama sekaligus jalur mediasi penting. Kerangka analisis ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan studi empiris lanjutan dan perhitungan kekuatan statistik untuk evaluasi program edukasi prenatal terpadu di fasilitas kesehatan primer.