Penelitian ini menganalisis puisi Fī al-Ḥubb al-Baḥrī karya Nizar Qabbani dengan kerangka semiotika Roland Barthes (denotasi, konotasi, mitos). Puisi yang lahir di tengah masyarakat Arab patriarkal pertengahan abad ke-20 ini ditelaah menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan sumber teks dari platform Al-Dīwān. Analisis berfokus pada tujuh tanda utama: laut, air, darah, pedang, tubuh perempuan, bahasa laut, dan feminitas. Hasil menunjukkan bahwa pada level denotatif tanda-tanda merujuk pada makna leksikal konkret; pada level konotatif berkembang menjadi simbol dinamisme, pengorbanan, keberanian, dan kebebasan ekspresi; sedangkan pada level mitis seluruh tanda bersinergi menaturalisasi cinta sebagai kekuatan kosmis yang bebas, transformatif, dan melampaui norma sosial. Proses naturalisasi berlangsung melalui asosiasi dengan alam dan tubuh. Penelitian ini menawarkan model analisis semiotika tiga lapis yang komprehensif untuk puisi Arab kontemporer, sekaligus menyoroti ambivalensi ideologis dalam konstruksi kebebasan perempuan yang perlu kajian kritis lebih lanjut.
Copyrights © 2026