Minyak isolasi berbasis mineral masih mendominasi peralatan tegangan tinggi, namun sifatnya yang tidak terbarukan serta permasalahan limbah minyak goreng bekas mendorong pengembangan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas rumah tangga melalui proses penyaringan, pemanasan pada 100°C selama 90 menit, serta penambahan Tert- Butylhydroquinone (TBHQ) (0,5%, 1,0%, 3,0%) dan bentonit (2,0%, 4,0%, 6,0%). Pengujian tegangan tembus dilakukan menggunakan elektroda tembereng bola dengan jarak sela 2,5 mm pada tegangan tinggi AC hingga 100 kV mengacu pada SPLN 49 Tahun 1982 dan IEC 60422, sedangkan pengujian kadar air mengacu pada SNI 7709:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak tanpa perlakuan memiliki tegangan tembus 11,625 kV/2,5 mm, sedangkan kombinasi optimal penyaringan, pemanasan, TBHQ 1,0%, dan bentonit 6,0% menghasilkan tegangan tembus tertinggi sebesar 88,481 kV/2,5 mm yang termasuk kategori baik menurut IEC 60422. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan fisik dan kimia secara signifikan meningkatkan kekuatan dielektrik minyak goreng bekas sehingga berpotensi menjadi alternatif isolasi cair yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Kata Kunci: Tegangan Tembus, Minyak Goreng Bekas, TBHQ, Bentonit, Kekuatan Dielektrik, Isolasi Tegangan Tinggi.
Copyrights © 2026