Spray chamber pada sistem Gas Cleaning Treatment (GCT) pabrik ferronikel memiliki peran krusial untuk menurunkan temperatur gas buang panas dari electric furnace pada kisaran 760-850°C menjadi sekitar 290-300°C sebelum dialirkan ke baghouse. Pada praktiknya, pengendalian temperatur spray chamber saat ini masih menggunakan kendali Proporsional-Integral (PI) konvensional yang memiliki keterbatasan ketika dihadapkan pada perubahan kondisi operasi atau gangguan beban. Keterbatasan ini dapat memicu terjadinya overshoot temperatur, respons transien yang lambat, serta fluktuasi temperatur yang berpotensi mempercepat degradasi peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem spray chamber pada GCT 2 PT ANTAM Tbk dan merancang sistem kendali berbasis state feedback gain untuk memperbaiki respons sistem. Perancangan penguatan keadaan dilakukan melalui metode pole placement untuk mengatur karakteristik kecepatan respon dan kestabilan, serta dikombinasikan dengan reference input gain untuk memastikan keluaran sistem mencapai set point tanpa error steady- state. Simulasi pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak MATLAB dengan membandingkan kinerja state feedback, PI eksisting, dan PID metode Ziegler-Nichols. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kendali state feedback gain menghasilkan performa paling seimbang dan sesuai kebutuhan fisik sistem dengan rise time sebesar 103,13 detik, settling time sebesar 184,34 detik, dan tanpa overshoot. Saat diuji dengan gangguan beban suhu sebesar 30°C, kendali state feedback menunjukkan kemampuan penolakan gangguan (disturbance rejection) yang sangat baik dengan waktu pemulihan sekitar 200 detik, di mana sistem kendali lainnya mengalami offset steady-state permanen. Kata kunci: Spray Chamber, Gas Cleaning Treatment, State Feedback, Pengendalian Temperatur, Pole Placement.
Copyrights © 2026