Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat disfungsi sekresi maupun kerja insulin. Kayu manis mengandung beberapa senyawa bioaktif diantaranya adalah MHCP yang diketahui memiliki aktivitas menyerupai insulin. Penelitian ini bertujuan mengkaji efek ekstrak kayu manis (Cinnamomum spp.) terhadap penurunan glukosa darah mencit jantan galur Webster yang diinduksi aloksan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pre-post test control group. Hewan coba diinduksi dengan aloksan (150mg/kgBB) untuk menghasilkan model hiperglikemi. Lima kelompok uji terdiri atas kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (metformin 1,3 mg/20g BB), serta tiga dosis ekstrak kayu manis (21–31,5 mg, 28–42 mg, 35–52,5 mg per 20-30/g BB). Kadar glukosa darah puasa (GDP) pretest diukur pada hari ke 3 setelah diinduksi aloksan. Kadar glukosa darah puasa posttest diukur hari ke 3 dan hari ke 7 setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan GDP secara signifikan (p < 0,001) kelompok ekstrak kayu manis pada hari ke 3 dan hari ke 7 serta lebih banyak penurunan dibandingkan kontrol (p < 0,001), dengan dosis tertinggi memberikan efek paling kuat. Dengan demikian, ekstrak kayu manis memiliki potensi sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus
Copyrights © 2026