Penelitian ini dimotivasi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam membangun argumen dalam debat ilmiah. Argumen siswa cenderung subjektif, kurang bukti yang relevan, dan tidak didukung oleh penalaran logis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembangunan argumen siswa dalam debat ilmiah menggunakan model Klaim, Bukti, Penalaran (CER), yang mencakup perumusan klaim, pemilihan bukti, dan pembangunan penalaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data dikumpulkan melalui observasi dan analisis dokumen argumen debat tertulis siswa kelas IX SMP Ahmad Dahlan, Kota Jambi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke, dan validitas data diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu membangun argumen melalui tiga komponen CER: klaim, bukti, dan penalaran. Sebagian besar siswa merumuskan posisi debat, memilih bukti untuk mendukung klaim, dan mengembangkan penalaran untuk menghubungkan bukti dengan klaim. Namun, kelemahan tetap ada pada kejelasan klaim, relevansi dan kelengkapan bukti, serta kekuatan penalaran. Model CER membantu siswa membangun argumen debat ilmiah yang lebih terstruktur, meskipun pemilihan bukti dan penalaran membutuhkan latihan berkelanjutan.
Copyrights © 2026