ABSTRAKMikroalga Thalassiosira sp. merupakan sumber bioaktif yang potensial karena kandungan protein, lipid, dan karbohidratnya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan media kultur untuk peningkatan biomassa dan nutrisi. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan digunakan, dengan analisis proksimat meliputi kadar air, lemak, abu, protein, dan karbohidrat. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Tukey HSD untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antar media (p 0,05). Kandungan protein tertinggi terdapat pada media air laut steril (PA) sebesar 30,42%, lemak tertinggi pada media air laut tidak steril (PC) sebesar 24,33%, dan abu tertinggi pada media air buatan (PB) sebesar 2,44%. Temuan ini mengindikasikan bahwa media air laut steril (PA)memberikan kecenderungan paling efektif dalam peningkatan kandungan nutrisi, khususnya protein, pada Thalassiosira sp. tanpa mengabaikan peran media lain dalam mempengaruhi kandungan nutrisi yang berbeda. Oleh karena itu, pemilihan media kultur perlu disesuaikan dengan tujuan produksi biomassa atau komponen nutrisi yang diinginkan.Kata Kunci: Thalassiosira sp., nutrisi, media kulturABSTRACTThalassiosira sp. microalgae are a potential source of bioactive compounds due to their high protein, lipid, and carbohydrate content. This study aimed to evaluate the effect of different culture media on biomass production and nutrient composition. A Randomized Block Design (RBD) with three treatments and three replications was applied. Proximate analysis included moisture, lipid, ash, protein, and carbohydrate contents. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by Tukey’s HSD test to determine significant differences among treatments. The results showed significant differences among culture media (p 0.05). The highest protein content was found in sterile seawater medium (PA) at 30.42%, the highest lipid content in non-sterile seawater medium (PC) at 24.33%, and the highest ash content in artificial seawater medium (PB) at 2.44%. These findings indicate that sterile seawater medium (PA) tends to be the most effective in enhancing nutrient content, particularly protein, in Thalassiosira sp., while other media contribute differently to specific nutrient components. Therefore, the selection of culture media should be adjusted according to the intended biomass production or targeted nutritional components.Keywords: Thalassiosira sp., nutrition, culture media
Copyrights © 2026