Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi pasar modal Indonesia terhadap informasi yang disampaikan oleh Menteri Keuangan mengenai optimisme pertumbuhan ekonomi dan proyeksi penguatan indeks harga saham. Menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan metode studi peristiwa, penelitian ini memfokuskan analisisnya pada perubahan harga saham dan volume perdagangan di 15 perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode pengamatan ditetapkan tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah peristiwa tersebut, berpusat pada 30 Oktober 2025. Karena sebagian besar data tidak terdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon non-parametrik. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada harga saham atau volume perdagangan antara periode sebelum dan setelah informasi disampaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak dianggap sebagai sinyal ekonomi yang kuat atau telah diantisipasi sebelumnya oleh pasar, memperkuat kesimpulan bahwa sensitivitas sektor perbankan lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental dan kondisi makroekonomi jangka panjang daripada informasi naratif jangka pendek.
Copyrights © 2025