Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut siswa memiliki kemampuan metakognisi melalui Assessment as Learning (AaL). Penelitian ini bertujuan menganalisis analisis persepsi dan akurasi antara penilaian diri (PD), teman sebaya (PAT), dan guru (PG) pada materi SPLDV di kelas VIII SMP. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan melibatkan 30 siswa melalui pendekatan longitudinal selama lima pertemuan. Data dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA dan korelasi Pearson melalui perangkat JASP. Hasil uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara kolektif antara ketiga kelompok penilai , yang mengindikasikan adanya penyelarasan persepsi kelompok. Namun ditemukan korelasi yang sangat lemah dan tidak signifikan secara individu , menunjukkan rendahnya akurasi penilaian siswa terhadap standar guru. Temuan unik mengungkap bahwa teman sebaya cenderung menjadi penilai paling kritis dengan rata-rata skor terendah (1,392). Kesimpulannya, meskipun persepsi kelompok telah selaras, kemampuan evaluasi individu siswa masih memerlukan pelatihan kalibrasi metakognitif yang lebih intensif.
Copyrights © 2026