Latar Belakang: Danau Semayang merupakan danau paparan banjir di DAS Mahakam yang berperan penting secara ekologis dan sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya. Namun, meningkatnya aktivitas manusia seperti permukiman, pertanian, perikanan, dan transportasi air telah menimbulkan tekanan pencemaran terhadap kualitas air danau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber pencemaran air dan persepsi masyarakat terhadap kualitas air Danau Semayang. Metode : Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik survei, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terarah (FGD). Sebanyak 20 responden yang bermukim di empat desa sekitar danau menjadi sumber data utama. Analisis dilakukan secara tematik untuk data kualitatif dan persentase untuk data kuantitatif. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Danau Semayang menerima beban pencemaran yang tinggi dari aktivitas domestik, perikanan, transportasi air, dan limpasan dari wilayah hulu. Sebesar 95% limbah organik berasal dari kegiatan rumah tangga dan budidaya ikan dalam keramba, sementara sekitar 1,2 ton limbah anorganik per hari masuk ke danau dari 90% rumah tangga, mempercepat pendangkalan dan memunculkan risiko mikroplastik. Sebanyak 85% warga masih melakukan aktivitas MCK langsung di danau melalui jamban terapung maupun saluran pembuangan darat, dan sekitar 50% rumah tangga yang menggunakan perahu motor berpotensi menambah pencemaran minyak dan oli. Dari sisi persepsi, 72% masyarakat hanya memahami danau sebagai tempat mencari ikan dan hanya 5% yang mengetahui fungsi ekologisnya, sementara 80% belum pernah memperoleh edukasi lingkungan. Perilaku pencemar juga tinggi, ditunjukkan oleh 65% warga yang masih membuang sampah dan 70% yang tetap melakukan MCK di danau. Kesimpulan: Pencemaran ini berdampak pada menurunnya kualitas air, pendangkalan danau, terganggunya ekosistem ikan, serta penurunan pendapatan nelayan. Diperlukan peningkatan edukasi lingkungan dan penguatan peran pemerintah dalam pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Kata kunci: Danau Semayang, Pencemaran Air, Limbah Domestik, Persepsi Masyarakat
Copyrights © 2026