Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas yang berdampak negatif terhadap proses dan hasil belajar siswa. Tingginya kecenderungan prokrastinasi menunjukkan perlunya intervensi yang sistematis untuk membantu siswa mengelola perilaku belajar secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi Cognitive Behavioral dengan teknik self-management dalam meminimalisir prokrastinasi akademik siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment model pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas tujuh siswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami penurunan tingkat prokrastinasi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan Cognitive Behavioral dengan teknik self-management efektif dalam membantu siswa mengurangi perilaku menunda tugas akademik. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penerapan strategi self-management dalam layanan bimbingan dan konseling untuk mendukung pengembangan regulasi diri siswa.
Copyrights © 2026