J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)

Implementasi Program Pelatihan Menjahit dalam Mengembangkan Kecakapan Vokasional Warga Belajar di LKP Modes Sri Rejeki

Sukmawati, Lisa (Unknown)
Mardiyah, Sjafiatul (Unknown)
Aisy, Mufidah Rohadatul (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 May 2026

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Jombang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang dimiliki masyarakat. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya pengembangan kecakapan vokasional melalui lembaga pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pelatihan menjahit dalam mengembangkan kecakapan vokasional warga belajar level 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data diperoleh dari pengelola, instruktur, dan warga belajar level 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pelatihan menjahit di LKP Modes Sri Rejeki telah berjalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyusun materi berdasarkan SKL, kebutuhan IDUKA, dan Kemendikbud, serta menyesuaikan jadwal pelatihan dan kesiapan instruktur yang telah memiliki sertifikasi kompetensi dan metodologi. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui kombinasi teori dan praktik dengan penekanan pada praktik menjahit, sedangkan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui penilaian hasil karya warga belajar. Program pelatihan menjahit telah mampu mengembangkan kecakapan vokasional warga belajar level 2, meliputi pengetahuan keterampilan teknis, sikap kerja, dan kemampuan menghasilkan karya sebagai portofolio kompetensi menjahit. Namun, kemandirian warga belajar dalam mempraktikkan keterampilan masih memerlukan bimbingan instruktur. Faktor pendukung pelatihan meliputi sarana dan prasarana, kompetensi instruktur, dan motivasi belajar, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, kondisi lingkungan belajar, dan motivasi belajar yang fluktuatif. Secara keseluruhan, pelatihan menjahit di LKP Modes Sri Rejeki dinilai telah mendukung pengembangan kecakapan vokasional warga belajar level 2.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnal-pendidikan-luar-sekolah

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences Other

Description

Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program ...